Telepon Desa Online

0812 - 1212 - 6969

Telepon Desa Online

0815-7460-2263

Pemerintah Tetapkan Idulfitri 1 Syawal 1447 H Jatuh pada Sabtu 21 Maret 2026

Kamis, (19/03/2026). Pemerintah Republik Indonesia melalui Kementerian Agama resmi menetapkan bahwa 1 Syawal 1447 Hijriah atau Hari Raya Idulfitri 2026 jatuh pada hari Sabtu, 21 Maret 2026,. Keputusan ini diumumkan langsung oleh Menteri Agama (Menag) Nasaruddin Umar setelah memimpin jalannya Sidang Isbat di Auditorium HM Rasjidi, Kantor Kementerian Agama, Jakarta.

Hasil Hisab dan Rukyatul Hilal Menag menjelaskan bahwa keputusan tersebut diambil berdasarkan integrasi dua metode utama, yakni hisab (perhitungan astronomi) dan rukyat (konfirmasi lapangan),. Berdasarkan data hisab, posisi hilal di seluruh wilayah Indonesia pada Kamis sore berada pada ketinggian antara 0,91 derajat hingga 3,13 derajat, dengan sudut elongasi antara 4,54 hingga 6,1 derajat.

Kondisi tersebut menunjukkan bahwa posisi hilal belum memenuhi kriteria visibilitas MABIMS (Menteri Agama Brunei Darussalam, Indonesia, Malaysia, dan Singapura), yang mensyaratkan tinggi hilal minimal 3 derajat dan sudut elongasi 6,4 derajat,. Selain itu, berdasarkan laporan dari 117 titik pemantauan yang tersebar di seluruh Indonesia, tidak ada satu pun petugas yang berhasil melihat hilal secara langsung,.

“Karena posisi hilal belum memenuhi kriteria dan tidak adanya laporan rukyat hilal, maka disepakati untuk menggenapkan (istikmal) bulan Ramadan menjadi 30 hari,” ujar Menag Nasaruddin Umar dalam konferensi pers tersebut,.

Dukungan Teknis Lintas Instansi Pelaksanaan pengamatan hilal tahun ini melibatkan berbagai pihak, termasuk tim dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) yang memperkuat dukungan di 37 lokasi pengamatan. Deputi Bidang Geofisika BMKG, Nelly Florida Riama, menyatakan komitmennya untuk menyediakan data astronomis yang akurat dan terukur sebagai referensi ilmiah dalam proses rukyat,.

Di sisi lain, Observatorium Bosscha ITB juga menyampaikan bahwa parameter geometri bulan pada 19 Maret 2026 berada pada posisi yang sangat rendah dan menantang untuk diamati secara astronomis. Data dari Bosscha mencatat bahwa di wilayah Lembang, selisih waktu terbenam antara Matahari dan Bulan hanya terpaut sekitar 9 menit.

Pesan Persatuan di Tengah Perbedaan Meskipun pemerintah menetapkan Idulfitri pada hari Sabtu, terdapat potensi perbedaan dengan PP Muhammadiyah yang sebelumnya telah menetapkan 1 Syawal 1447 H jatuh pada Jumat, 20 Maret 2026, berdasarkan metode Hisab Hakiki Wujudul Hilal.

Menag Nasaruddin Umar berharap hasil sidang isbat ini dapat menjadi dasar kebersamaan umat Islam di Indonesia. Pemerintah juga menghimbau masyarakat untuk tetap menjaga ukhuwah Islamiyah dan toleransi di tengah keragaman metode penentuan awal bulan hijriah. Sidang Isbat ini turut dihadiri oleh Wakil Menteri Agama, perwakilan Majelis Ulama Indonesia (MUI), Komisi VIII DPR RI, duta besar negara sahabat, serta para pakar falak dari berbagai organisasi kemasyarakatan Islam dan perguruan tinggi,.

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Keranjang Belanja